Selasa, 15 Februari 2011

SEANDAINYA

seandainya aku mampu putarkan waktu
inginku kenalimu lebih dahulu
melemparkan senyuman
mencurah harapan

seandainya aku mampu berbicara
ketika lidah ku tak kelu untuk mengungkap kata
akan aku taburkan ayat-ayat syahdu
agar dunia ini mengerti
betapa kesedihan ini
sukar untuk aku ubati

seandainya kau masih ada disisi ku
akan ku serikan hidupmu
dengan bunga-bunga wangi
kelopaknya mekar harum setaman
akan ku terangi dengan cahaya pelangi

namun langkah mu terlalu pantas berlalau
kau telah melangkah pergi
meninggalkan aku dalam kabus biru
betapa pemergian mu
membunuh kehidupan ku...

Pengemis Tua

semalam...
dia duduk disitu
bersila di kaki lima
sambil menadah tangan
matanya terpancar kesedihan
mengharap simpati daripada insan
punyai nilai kemanusiaan

hari ini..
dia masih lagi di situ
di kaki lima
melihat orang yang lalu lalang
sambil mengharapkan pemberian
walaupun hanya sekupang
untuk mengisi perut yang kelaparan

Dikelopak matanya..
air mata masih berkolam
ada anak tidak mengenang budi
bagaikan cerita panjang Si Tanggang
ada ibu ayah dibuang

hari esok..
dia pasti masih ada lagi disitu
penghuni tetap kaki lima
berbumbung awan nan lara
air mata menjadi teman setia
mengalir deras menyusuri samudera luahan
dialah pengemis tua
melangkah suram derita
meniti jambatan rapuhnya kehidupan itu..

Masihkah ada sinar mentari untuk nya di hari lusa????